SELAMAT DATANG DI BLOG ORANG PINGGIRAN

Rabu, 23 Juni 2010

AYO BERMORAL

Banyak kita menyaksikan tayangan tv yang menayangkan demo mahasiswa (anarkis), demo menolak hasil pemilikada, tawuran antar pelajar, antar mahasiswa, berita korupsi, bahkan yang terbaru adalah berita video mesum artis yang sangat menghebohkan sampai ke luar negeri. Hebatnya berita ini menjadi sebuah trending topic disebuah jejaring sosial.
Kita tentu bertanya, ada apa dengan negeri ini. Sepertinya masalah datang silih berganti dengan tidak ada penyelesaiannya. Kita sebagai bangsa sudah menjauhi nilai – nilai agama yang didalamnya terdapat banyak aturan yang menggiring manusia kearah yang baik. Permasalahan diatas mengerucut ke satu titik, yakni moral.
Melihat keadaan bangsa ini dalam konsep kekinian, saya teringat saat masih sekolah dulu. Maaf, saya sedikit menceritakan pengalaman pribadi saya saat saya sekolah dulu. Waktu itu saya duduk dikelas II sekolah menengah kejuruan sekitar awal tahun 1994 bertanya dengan nada protes kepada seorang guru yang kebetulan mengajar dikelas saya. Saya bertanya, kenapa mata pelajaran Agama hanya mendapat jatah 2 jam pelajaran ( 1,5 jam) dalam seminggu, sementara mata pelajaran lainya mendapat porsi yang lebih banyak (2,15 s/d 3 jam). Saat itu (bahkan sampai sekarang) saya tidak mendapat jawaban yang memuaskan mengenai pertanyaan itu.
Sebelumnya, saat masa orientasi sekolah, saya pernah bertanya kepada seorang guru yang pada waktu itu sedang memberikan penataran P4 dan GBHN. Mengapa pendidikan yang menyangkut masalah moral ini tidak diberikan lagi kepada para pejabat – pejabat yang korup. Lagi – lagi saya tidak mendapat jawabannya. Saya tidak menyalahkan para guru yang tidak bisa menjawab pertanyaan saya bahkan kurikulum saat itu. Tetapi saya menyesalkan, kenapa mata pelajaran seperti Agama, pendidikan Pancasila yang menyangkut masalah moral hanya mendapat porsi yang kecil dalam seminggu.
Kita tahu bahwa ada beberapa pelajaran wajib (Agama, Bahasa Indonesia, matematika, pendidikan Pancasila) diajarkan dari SD sampai dengan perguruan tinggi. Tetapi ini tidak boleh dipakai sebagai alasan untuk memberikan porsi jam yang sedikit saat kita mengenyam pendidikan menengah. Karena justru pendidikan moral itu sangatlah baik diberikan saat anak – anak masih mudah dibentuk. Pikiran saya saat itu bahwa pendidikan moral sangatlah penting dan harus mendapat porsi yang lebih dibanding dengan pelajaran lainnya. Bagi saya, untuk apa kita cerdas tetapi tidak punya moral yang baik.

Tidak ada komentar: