Fenomena menarik sedang terjadi dibelahan dunia lain dimana krisis keuangan melanda Amerika yang katanya negara yang tidak akan pernah terganggu stabilitas ekonominya. Menariknya krisis keuangan Amerika terjadi ditengah-tengah gencarnya kampanye pilpres yang akan dilangsungkan bulan mendatang. Para pakar ekonomi dunia berlomba-lomba dalam memberikan strategi jitu dalam mengatasi krisis ini. Berbagai strategi ekonomi mulai dipikirkan. Namun ada satu hal yang mungkin terlewat oleh para pakar manajemen dunia dalam mengatasi krisis yang diluar prediksi ini.
Dari sekian banyak manajemen yang dilakukan hanya tinggal Manajemen Kalbu saja yang belum dilakukan pakar Amerika dalam mengatasi krisis ini.
Krisis keuangan Amerika tak ayal menyeret negara belahan dunia lain ikut andil dalam memberikan suntikan dana sampai milyaran dollar untuk mengatasinya. Sepertinya ini akan menjadi PR berat buat Obama atau Mc Cain apabila salah satu diantara mereka berdua terpilih menjadi presiden Amerika nanti.
Ada kekhawatiran sejumlah kalangan yang berkenaan dengan krisis ini. Kekhawatiran krisis 1998 akan terulang kembali. Wapres Yusuf Kalla kemarin mencoba menenangkan masyarakat Indonesia di SumBar agar jangan panik dengan issue yang sedang terjadi di Amerika. Namun mengingat negara kita yang ekonominya masih tergantung pada Amerika membuat kita patut untuk merasa khawatir dengan situasi saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar